ALINEA
Berbicara mengenai karangan,baik
yang berupa karangan pendek maupun panjang,kita harus berbicara mengenai
beberapa hal di sekitar karangan tersebut.pertama adalah topik yang menjadi isi
karangan.Kedua adalah struktur pengorganisasian karangan.Kemudian,menyusul
pengisian struktur karangan (bab,subbab,dan alinea).Berikutnya,muncul masalah
bahasa,seperti penggunaan kata,kelompok kata,farase,dan klausa serta
seluk-beluk pembentukan dan penyusunan kalimat.
Inti pembicaraan tulisan ini
hanyalah sekelumit dari sekian masalah di sekitar karangan,yaitu pengembangan
alinea dengan segala aspek-aspeknya.Misalnya,pengertian serta fungsi
alinea,struktur dan jenis-jenis alinea,kriteria alinea yang baik serta beberapa
cara pengembangan alinea.
Kita sering mendengar istilah
paragraf atau alinea.Istilah tersebut sering digunakan,baik dalam percakapan
maupun dalam kegiatan-kegiatan pertemuan dalam rapat,diskusi,atau seminar. Mereka
yang sering menulis,baik surat, kertas kerja, pelaporan, atau skripsi pasti
menggunakan alinea dalam tulisannya. Apabila ditanyakan definisi dari alinea
maka akan bervariasi jawabannya.
Tidak ada ukuran yang definitif
berapa sebaiknya panjang alinea.Ada orang yang berpendapat panjang - pendeknya
suatu alinea bergantungkepada latar belakang pembaca serta factor dan sifat
media.Ukuran yang tepat belum terjawab. Ahli lain berpendapat bahwa panjang -
pendeknya suatu alinea bergantung kepada tuntutan kalimat topik. Beberapa ahli
lainya mencoba memberikan ukuran yang lebih tegas. Weaver (1961,217)
memperkirakan panjang suatu alinea berkisar antara 100 - 350 perkataan. Johnson
(1965,345) mengataka bahwa panjang alinea merentang mulai dari 75 - 100
perkataan.Bernett (1975,61-62) menyatakan bahwa panjang alinea berkisar antara
5-18 baris.Ukuran alinea yang mederat 10 dan 12 baris.
Latar belakang atau keadaan pembaca
menentukan panjangnya alinea.Bacaan bagi anak-anak sebaiknya menggunakan alinea
dan kalimat-kalimat yang pendek-pendek skata-kata yang sesuai dengan
perkembangan jiwa mereka.Bagi orang dewasa,dapat menggunakan alinea yang lebih
panjang,terutama buku ilmiah atau karangan ilmiah.
Siafat atau tuntutan kalimat topik
sangat mempengaruhi panjangnya alinea.Ada kalimat topik yang membutuhkan banyak
kalimat pengembang untuk memperjelas dan memerinci maknanya.Oleh karena
itu,alinea menjadi panjang.Kadang-kadang,ada kalimat topik yang dpat diperjelas
hanya dengan beberapa kalimat pengembang.Dalam hal ini,jelas alineanya agak
pendek.
Ada tiga ukura yang digunakan untuk mengukur
panjang suatu alinea.Ukuran pertama berdasarkan jumlah kata dalam
alinea.Mengenai jumlah kata dalam suatu alinea,ada dua rentangan yang sangat
berbeda,yakni 75 sampai dengan 100 dan 100 sampai dengan 350
perkataan.Tampaknya,rentangan yang pertama yang lebih mendekati kepada
kenyataan. Alasannya,setiap halaman berisi 300 perkataan.Satu halaman biasanya
terdiri atas 2 sampai 6 alinea ataurata-rata 4 alinea.Dengan demikian,satu
alinea terdiri atas 75 perkataan.Ukuran kedua berdasarkan jumlah kalimat yang
terkandung dalam alinea.Biala diasumsikan suatu kalimat berisi sekitar 6-14
perkataan atu rata-rata 10,jumlah kalimat dalam alinea dalam tiap alinea7-10
perktaan.Ukuran ketiga berdasarkan ukuran baris suatu
alinea.Diperkirakan,jumlah baris alinea yang terkecil 2 buah dan yang terbesar
12 buah.Jumlah baris rat-rata alinea berkisar 10 sampai 12 baris.
Ukuran panjang –pendeknya suatu
alinea sangat berpengaruh terhadap sikap psikologis pembaca.Alinea yang terlalu
panjang membuat pembaca memusatkan perhatiannya pada suatu ide pokok terlalu
lama.Hal ini dapat menimbulkan kebosanan,bahkan kata-kata dan kalimat-kalimat
yang terlalu banyak dapat mengganggu konsentrasinya terhadap ide pokok itu
sendiri.Sebaliknya,bila alinea terlalu pendek apalagi berturut-turut dalam
jumlah yang besar,misalnya 5 sampai 10 alinea,memaksa perhatian pembaca
meloncat-loncat secara cepat.hal ini dapat menimbulkan kejengkelan serta
penangkapan ide pokok yang kurang jelas.Ukuran alinea serta cara penempatannya
dalam struktur karangan sangat berpengaruh terhadap sikap pembaca.
Bila kita dihadapkan pada suatu
karangan tanpa adanya cirri-ciri pengelompokan ide,alangkah susahnya kita
memahami gagasan yang diungkapkan dalam karangan itu.Kita terpaksa membaca
karangan tersebut secara berulang-ulang untuk mendapatkan pemahaman yang baik
tentang isi karangan itu.Pengungkapan gagasan dengan cara ini secara ilmiah
bertentangan dengan kodrat.Jika kita ingin mengungkapkan suatu gagasan,biasanya
gagasan tersebut diungkapkan satu per satu atau bagian per bagian.
Bila kita berpikir,kita berpikir
dalam kelompok-kelompok ide,tidak dalam ide tunggal atau terpisah-pisah.Akan
tetapi,bila kita tulis pikiran-pikiran tersebut,kita hanya menulis satu ide
pada satu waktu.Ide berikutnya ditulis pada waktu berikutnya secara
berturut-turut.
Bila kita membuat alinea,kita
menuliskan sekelompok ide yang terdiri atas ide pokok dan ide bawahan yang
merupakan penjelasan tentang ide pokok.Di samping ide pokok ini,terdapat ide
pokok lainnya yang masih berkaitan dengan ide pokok pertama.Kedua ide pokok ini
merupakan bagian kelompok ide yang lebih besar.Oleh sebab itu,ide pokok yang
kedua ini diungkapkan dalam alinea berikutnya yang disertai pula dengan ide
pokok bawahan yang berupa penjelasan terhadap ide pokok kedua tadi.Demikianlah
seterusnya sehingga kita dapat membuat sebuah karangan yang terdiri atas
beberapa alinea yang mengandung kelompok-kelompok ide yang saling berkaitan.
B. Rumusan Masalah
- Apakah
definisi dari alinea?
- Apakah
fungsi dari alinea?
- Apakah
unsur-unsur alinea?
- Apakah
jenis-jenis alinea?
- Bagaimana
cara menyusun alinea yang baik?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
- Untuk
memenuhi tugas tekstruktur Bahasa Indonesia yang berjudul‘Alinea dan
Keruntunan Ide.”
- Untuk
mengetahui pengertian dari alinea,bagian-bagian alinea,jenis-jenis alinea,
pengembangan alinea,dan fungsi-fungsi alinea.
- Supaya
dengan pembuatan makalah yang berjudul “Menyusun Alinea” ini penulis atau
pembaca makalah ini bisa menyusun alinea dengan baik dan benar.
- Sebagai
bahan presentase diskusi yang brjudul “Alinea dan Kruntunan Ide.”
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN ALINEA
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,Edisi ke-3,dari
terbitan Departemn Pendidikan Nasional tertera penjelasan bahwa alinea adalah
bagian wacana yang mengungkapkan suatu pikiran yang lengkap atau satu tema yang
dalam ragam tulis ditandai oleh baris pertama yang menjorok kedalam atau jarak
spasi yang lebih.Dalam kamus tersebut alinea diartikan pula sebagai paragraf.
Bila ditelaah pengertian alinea,seperti yang tercantum
dalam sumber tersebut,dapat ditarik simpulan.Simpulannya adalah alina berisi
“sesuatu” dan penulisan alinea selalu dimulai dengan baris yang baru yang
dimajukan atau indentation.
Menurut pengamatan penulis,ada beberapa ciri atu
karakteristik alinea antara lain,sebagai berikut.
Setiap
alinea mengandung makna,pesan,pikiran,atau ide pokok yang relevan dengan ide
pokok keseluruhan karangan.
Alinea
umumnya dibangun oleh sejumlah kalimat.
Alinea
adalah satu kesatuan ekspresi pikiran.
Alinea
adalah kesatuan yang koheren dan padat
Kalimat-kalimat alinea tersusun secara logis-sistematis.
Berdasarkan penganalisisan atas
beberapa sumber yang memberikan keterangan tentang alinea serta dilengkapi atau
dipadukan dengan hasil pengamatan penulis terhadap karakteristik
alinea,sampailaah penulis pada suatusimpulan bahwa definisi alinea sebagai
berikut: alinea adalah seperangkat kalimat yang tersusun logis-sistematis
yang merupakan satu kesatuan akspresi pikiraa yng relevan dan mendukung pikiran
pokok yang tersirat dalam keseluruhan karangan.
B. FUNGSI ALINEA
Sesuatu yang bersipat abstrak lebih
sukar dipahami daripada sesuatu yang lebih kecil dan konkret.Pada
dasarnya,pemahaman adalah memahami bagian-bagian kecil serta hubungan
antarbagian-bagian itu dalam rangka keseluruhan.Karangan pun dapat
dikatagorikan sebagai sesuatu yang abstrak.
Untuk memahaminya,karangan perlu dipecah-pecah menjadi
bagian-bagian kecil yang dikenal dengan nama alinea.
Berdasarkan penjelasan di
atas,tersirat dua fungsi alinea,yaitu ke-(1) sebagai penampung dari sebagian
kecil jalan pikiran atau ide pokok keseluruhan karangan dan ke-(2) memudahkan
pemahaman jalan pikiran atau ide pokok.
Penulisan alinea yang terencana baik
selalu bersipat logis-sistematis.Alinea yang tersusun baik merupakan alat
bantu,baik bagi pengarang maupun bagi pembca.Seperangkat kalimat itu akan
mengembangkan jalan pikirannya secara sistematis pula.Fungsi alinea yang ke-(3)
adalah memungkinkan pengarang melahirkan jalan pikirannya secara
sistematis.Bagi para pembaca,kalimat-kalmat yang tersusun secara sistematis itu
sangat memudahkan menelusuri serta memahami jalan pikiran pengarang.Fungsi
alinea yang ke-(4) adalah mengarahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran
pengarang serta memahaminya.
Alinea yang baik selalu berisi ide
pokok.Ide pokok itu merupakan bagian yang integral dari ide pokok yang
terkandung dalam keselurihan karangan.Ide pokok alinea tidaak hanya merupakan
bagian dari ide pokok keseluruhan,tetapi juga memiliki relevansidan menunjang
ide pokok tersebut.melalui ide pokok yang tersirat dari setiap alinea,pembaca
akan sampai pada pemahaman total isi karangan.dalam hal ini,dapat dikatakan
bahwa fungsi alinea ke-(5) adalah sebagai alat penyamp[ai pikiran.Sementara
itu,fungsi alinea ke-(6) adalah sebagai penanda pikiran baru dimulai.
Dalam rangka keseluruha
karangan,alinea sering juga digunakan sebagi pengantar,transisi atu peralihan
dari satu bab ke bab lainnya.Bahkan, tidak jarang alinea digunakan sebagai
penutup.Di sini,alinea berfungsi sebagai pengantar,tarnsisi,dan konklusi.
Dengan demikian,dapat disimpulkan bahwa alinea berfungsi sebagai berikut :
- Sebagai
penampung dari sebagian kecil jala pikiran atau ide pokok keseluruhan
karangan .
- Memudahkan
pemahaman jalan pikiran atau ide pokok pengarang.
- Alat
bagi pengarang untuk mengembangkan jalan pikirn secara sistematis.
- Pedoman
bagi pembaca untuk mengikuti dan memahami alur pikiran pengarang.
- Sebagai
penyampai pikiran atau ide pokok pengarang kepada pembaca.sebagai penanda
bahwa piiran baru dimulai
- Dalam
rangka keseluruhan karangan,alinea dapat berfungsi sebagi
pengantar,transisi,dan penutup (konklusi).
C. UNSUR-UNSUR ALINEA
Alinea adalah satu kesatuan ekspresi
yang terdiri atas seperangkat kalimat yang dipergunakan oleh pengarang sebagai
alat untuk menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya kepada para
pembaca.Supaya pikiran tersebut dapat diterima oleh pembaca,alinea harus
tersusun secara logis-sistematis.Alat bantu untuk menciptakan susunan
logis-sistematis itu adalah unsur-unsur penyusun alinea,seperti transisi (transition),kalimat
topik (topic sentence),kalimat pengembang (development sentence),dan
kalimat penegas (punch-line).
Keempat unsur penyusun alinea
tersebut,terkadang muncul secara bersamaan,terkadang pula hanya sebagian yang
muncul dalam sebuah alinea.
1. Alinea yang Memiliki Empat Unsur
Susunan alinea jenis ini terdiri atas :
- Tarnsisi
(berupa kata,kelompok kata,atau kalimat);
- Kalimat
topik;
- Kalimat
pengembang;
- Kalimat
penegas.
2. Alinea yang Memiliki Tiga Unsur
Alinea jenis ini terdiri atas :
- Transisi
(berupa kata,kelompok kata,atau kalimat);
- Kalimat
topik;
- Kalimaat
pengembang.
3. Alinea yang Memiliki Dua Unsur
Alinea jenis ini terdiri atas :
- Kalimat
topik;
- Kalimat
pengembang.
C.1 TRANSISI
Transisi adalah mata rantai
penghubung antar alinea.Transisi berfungsi sebagai penghubung jalan pikiran dua
alinea yang berdekatan.Kata-kata tradisional merupakan petunjuk bagi pembaca
kearah mana ia sedang bergerak atau mengingatkan pembaca apakah suatu alinea
baru bergerak searah denganide pokok sebelumnya.Oleh karena itu,beberapa orang
sering mengatakan bahwa transisi berfungsi sebgai penunjang koherensi dan
kesatuan antarbab,antarsubbab,dan antaralinea dalam suatu karangan.
Tarnsisi tidak harus selalu ada
dalam setiap alinea.Kehadiran trnsisi dalam alinea bergantung pada pertimbangan
pengarang.bila pengarang merasa perlu ada tarnsisi demi kejelasan
informasi,transisi wajar ada.sebaliknya,bila pengarang bisa mengekspresikan ide
pokoknya dengan jernih tanpa transisi,transisi tidak perlu hadir dalam alinea tersebut.
Transisi tidak hanya terdapat pada
alinea,tetapi terdapat juga dalam kalimat,antar
alinea,antarsubbab,antarbab.Bila transisi terdapat antarsubbab,transisi
berfungsi menghubungkn ide pokok dalam subbab tersebut.Bila transisi terdapat
pada antarbab,transisi berfungsi sebagai jembatan penghubug ide pokok dalam bab
yang berdekatan tersebut.
Ada dua cara untuk mewujudkan
hubungan di antara dua alinea.Pertama,secara implicit.Kedua,secara
eksplisit.Hubungan implicit tidak dinyatakan oleh penanda transisi tertentu.Walaupun
demikian,hubungan antaralinea masih dapat dirasakan .Hubungan eksplisit
dinyatakan oleh alat penanda transisi tertentu,seperti :
- kata,termasuk
di dalamnya kelompok kata;
- kalimat.
C.1.a Transisi Berupa Kata
Alat penanda transisi berupa kata
dan kelompok kata sangat banyak jenisnya. Secara garis besar, alat penanda
transisi dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
a. Penanda Hubungan Kelanjutan
contoh : “dan” “lagi” “serta” “lagi
pula” “tambahan lagi”
contoh penanda transisi yang berupa kata lagi pula
adalah sebagai berikut.
Lagi pula,munculnya para pemipin muda
sangat diharapkan oleh masyarakat.
b. Penanda hubungan Urutan Waktu
Contoh: dahulu, kini, sekarang, sebelum,
setelah , sesudah, kemudian
Contoh penanda transisi yang berupa kata sementara
itu adalah sebagai berikut.
Sementara itu,persiapan pelantikan
anggota DPRD sudah mulai dilakukan oleh panitia pelaksana.
c. Penanda Klimaks
contoh: “paling…, “se.” ”nya” “ter…”
contoh penada transisi yang berupa kata terakhir
adalah sebagai berikut.
Terakhir,dia berdagang buah-buahan
pada usia 18 tahun.
d. Penanda Perbandingan
Contoh: “sama” “seperti” “ibarat” “bak”
“bagaikan”
contoh penanda transisi yang berupa kata bagaikan adalah
sebagai berikut.
Bagaikan seorang ahli,ia mulai
melukis di atas kanvas.
e. Penanda Kontras
Contoh: “tetapi” “biarpun” “walupun”
“sebaliknya”
contoh penanda transisi yang berupa kata sebaliknya
adalah sebagai berikut.Sebaliknya,mereka terlihat kurang antusias untuk
berpartisipasi sebagi pemilih pada pemilu tahun ini.
f. Penanda Urutan Jarak
Contoh : “di sini” “di situ” “di sana”
“dekat” “jauh” “sebelah…”
contoh penanda transisi yang berupa kata di sana adalah
sebagai berikut.
Di sana,telah berdiri tegak sebuah
monumen yang mengenang kepahlawanansebuah bangsa.
g. Penanda Illustrasi
Contoh : “umpama” “contoh” “misalnya”
Contoh penanda transisi yang berupa kata misalnya
sebagai berikut.
Misalnya,pembangunan tidak akan
berjalan tanpa adanya kerja sama semua pihak.
h. Penanda Sebab Akibat
Contoh : “karena” “sebab” “oleh
karena itu” “akibatnya”
Contoh penanda transisi yang berupa kata akibatnya adalah
sebagai berikut.Akibatnya,semua anggota terkena hukuman.
i. Penanda Kondisi Pengandaian
Contoh : “jika” “kalau” “jikalau”
“andai kata” “seandainya”
contoh penanda kata transisi yang berupa kata seandainya
adalah sebagi berikut.
Seandainya,waktu dapat diulang,aku ingin keluargaku
kembali berkumpul.
j. Penanda Simpulan
Contoh: “simpulan” “ringkasnya” “garis
besarnya” “rangkumannya”
Contoh penanda transisi yang berupa kata ringkasnya
adalah sebagai berikut.
Ringkasnya,semua kegiatan tersebut dapat dilakukan
dengan penuh tanggung jawab.
C.1.b Transisi Berupa Kalimat
Transisi jenis kedua yang berupa
kalimat yang lebih terkenal dengan istilah “LEADIN-SENTENCES”(KALIMAT
PENUNTUN).Kalimat ini berfungsi ganda,yaitu sebagi tranisi dan sebagai
pengantar topik utama yang akan doperbincangkan.
Kalimat penuntun tidak berfungsi
sebagai pengganti kalimat topik.letaknya selalu mendahului kalimat topic.Bila
dalam suatu alinea terdapat kalimat penuntun sebagai transisi,kalimat topik
terdapat setelah kalimat penuntun tersebut.
Contoh :
(1)Ringkasnya,tata bahasa meliputi 3 hal,yaitu
fonologi,morfologi,dan sintaksis.(2)Fonologi berhubungan dengan studi tata
bunyi,morfologi mengenai tata kata,dan sintaksis membicarakan tata kalimat.
Keterangan:
Kalimat penutun (1)
Kalimat topik (2)
C.2 KALIMAT TOPIK
Ada berbagai istilah yang sama
maknanya dengan kalimat topik.Dalam bahasa inggris,kita mengenal
istilah-istilah,major point,main idea,central idea,dan topic sentence.Keempat-empatnya
bermakna sama mengacu kepada pengertian kalimat topic.Dalam bahasa Indonesia
,kita pun mengenal istilah-istilah,seperti pikiran utama,pokok pikiran,ide
pikiran,dan kalimat pokok.keempat-empatnya juga mengandung makna yang
sama,yaitu mengacu pada kalimat topik.
Kalimat topik adalah perwujudan
pernyataan ide pokok alinea dala bentuk umum atau abstrak.
Contoh:
(1) Sial
benar saya hari ini.
(2) Harga
barang-barang bergerak naik.
Contoh ke-(1) menyatakan kesialan
seseorang.Kesialan tersebut baru berupa pernyataan abstrak yang harus diuraikan
kedalam contoh-contoh yang konkret.Demikian pula contoh ke-(2),harga barang
naik masih bersifat umum.Yang perlu diperjelas adalah berapa naiknya untuk
setiap barang.Dengan begitu,akan jelas pengertian yang terdapat pada kalimat
topik.
Ada 4 kemungkinan letak kalimat
topik dalam satu alinea.Kemungkinan pertama,kalimat topik berada di awal
alinea,segera setelah transsisi,kalau transisi ada pada alinea tersebut.Kemungkinan
kedua,kalimat topik berada di bagian akhir alinea.Kemungkinan ketiga,kalimat
topik berada di awal dan di akhir.Kemungkinan keempat,kalimat topik tersebar di
seluruh alinea.
C.3 KALIMAT PENGEMBANG
Sebagian besar,kalimat-kalimat yang
terdapat dalam suatu alinea termasuk kalimat pengembang.
Susunan kalimat pengembang tidak
sembarangan.Urutan kalimat pengembang sebagai perluasan pemaparan ide pokok
yang bersifat abstrak menuruti hakikat ide pokok.Pengembangan kalimat topic
yang bersifat kronologis,biasanya menyangkut hubungan antara benda atau
kejadian dan waktu.Urutannya masa lalu,kini,dan yang akan datang.
Bila pengembangan kalimat topik
berhubugan denganjarak (spacial),hal ini biasanya menyangkut hubungan
antara benda,peristiwa atau hal,dan ukuran jarak.Urutannya dimulai dari jarak
yang paling dekat,lebih jauh,dan paling jauh.Bila pengembangan kalimat topik
berhubungan dengan sebab akibat,kemungkinan urutannya sebab dinyatakan lebih
dahulu,lalu diikuti akibatya.Atau sebaliknya,akibatnya dinyatakan pertama-tama
baru dipaparkan sebabnya.Penyusunan urutan kalimat pengembang yang berdasarkan
urutan nomornya dimulai dari kejadian pertama,kedua,ketiga,dan seterusnya.
Contoh :
Pada pagi hari,suasana lingkungan rumah andi begitu
indah.Di sekitar rumah,berjejer pohon-pohon yang menambh keteduhan.sementara
itu,kicau burung menambah semraknya pagi itu.Di kejauhan,terlihat gunung
tangkuban perahu yang penuh misteri.Sungguh,pagi yang indah dan hangat.
C.4 KALIMAT PENEGAS
Kalimat penegas adalah elemen alinea
yang keempat dan terakhir.Elemen pertama adalah transisi,elemen kedua adalah
kalimat topik,dan elemen ketiga adalah kalimat pengembang.
Fungsi kalimat penegas ada
dua.Pertama,kalimat penegas sebagai pengulang atau penegas kembali kalimat
topik.Kedua,kalimat penegas sebagia daya penarik bagi para pembaca atu sebagai
selingan untuk menghilangkan kejemuan.
Kedudukan kalimat penegas dalam
suatu alinea tidak bersifat mutlak.Kalimat penegas ada bila pengarang merasa
memerlukannya untuk menujang kejelasan informasi.Kalimat penegas tidak ada bila
pengarang memandang kehadirannya tidak diperlukan.Selain itu,kalimat penegas
tidak ada bila pengarangmerasa kejelasan informasi tidak terganggi tanpa adanya
kalimat penegas.
Bila kita perbandingkan kedudukan
kalimat penegas dengan kedudukan kalimat topik dan kalimat pengembang,terdapat
beberapa persamaan da beberapa perbedaan.Jumlah kaliamat penegas dan kalimat
topik sama.Makna yang terkandung dalam kalimat penegas dan kalimat topic kurang
lebih sama,tetapi mungkin diutarakan cengan redaksi yang berbeda.
Eksistensi kalimat penegas tidak
mutlak dalam suatu alinea,sedang eksistensikalimat topik dan kalimat pengembang
bersifat mutlak dalam setiap alinea.Makna yang terkandung dalam kalimat penegas
dan kalimat topik bersifat konkret sebagai penjabaran dari makna kalimat
penegas dan kalimat topik.
Sebagai contoh,baca kembali alinea
pada subbab C.4.Di akhir alinea tersebut,terdapat kalimat penegas,yaitu kalimat
sungguh,pagi yang indah dan hangat.
D. JENIS-JENIS ALINEA
Berdasarkan penempatan ide pokok
pada alinea,dapat ditentukan jenis alinea yang akan dibuat.
1. Alinea
deduktif
Apabila ide pokok di tempatkan pada
bagian awal alinea,maka alinea ini disebut deduktif.
2. Alinea
induktif
Apabila ide pokoknya ditempatkan
pada bagian akhir,maka alinea ini disebut induktif.
3. Alinea
campuran
Alinea yang ide pokoknya secara
simultan ditempatkan pada bagian awal dan akhir disebut alinea
campuran.Biasanya ide yang terdapat pada bagian akhir merupakan pengulangan ide
yang terdapat pada bagian awal.
4. Alinea deskriptif
Pada jenis alinea ini ide pokok tidak ditempatkan pada
salah satu kalimat yang membangun alinea karena tidak ada satu pun yang lebih
penting daripada ide lainnya.ide pokoknya merupakan kesimpulan tersirat yang
tidak dicantumkan pada alinea tersebut.jadi,ide pokok disini tidak dinyatakan
secara eksplisit.
Jenis alinea dapat pula ditentukan
berdasarkan cara kita mengembangkan ide dan alat Bantu yang digunakan untuk
menjaga kesinambungan pengungkapan ide atau keruntunan ide.jenis alinera
tersebut adalah :
- Alinea
definisi
- Alinea
contoh
- Alinea
perbandingan
- Alinea
anlogi
- Alinea
klimaks atau induktif
- Alinea
anti klimaks atau deduktif
- Alinea
campuran
- Alinea
sebab akibat
- Alinea
proses
- Alinea
deskriptif
Berikut ini diberikan contoh untuk setiap alinea.
a. Alinea/Paragraf Definisi
contoh :
- Loyalitas
pelanggan adalah suatu sikap dan prilaku seseorang untuk tetap bertahan
dalam membeli sesuatu pada took yang diyakininya sebagai took yang dapat
dipercaya,baik tentang harga maupun tentang kualitas barag.Meskipun banyak
took-toko baru yang bermunculan,ia tetap menjadi pelanggan yang setia pada
took itu betapapun gencarnya usaha pemasaran yang dilakukan oleh
perusahaan lain,keyakinannya tidak goyah terhadap took yang dilangganiya.
Ide pokok pada alinea atau paragraf
ini merupakan suatu definisi yang terdapat pada bagian awal.Jadi, alinea ini
merupakan alinea definisi dan juga alinea deduktif.
b. Alinea contoh
contoh :
- Perubahan
telah terjadi pada industri tradisional.Berbagai jenis peralatan produk
baru seperti mesin potong,mesin pres,mesin bor,mesin bubut mesin las kini
telah meningkat kapasitasnya dengan berlipat ganda.Kapasitas mesin potong
pada industri modern telah banyak meningkat sebanyak ribuan kalilipat
selama 1900-an.Hal ini dimungkinkan karena telah ditemukannya logam yang
tetap keras meskipun dioprasikan dalam kecepatan sangat tinggi.Disamping
itu,telah tercipta pula mesin-mesin peralatan yang sangat kuat untuk
mendukung proses tersebut.
Ide pokok pada paragraph diatas
dikembangkan dngan menggunakan contoh.ide pokok terdapat pada bagia awal jadi
alinea ini juga merupakan alinea deduktif.
c. Alinea perbandingan
Contoh :
- Tata
cara kehidupan masyarakat primitif berbeda dengan modern.Masyarakat
primitive dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari bahan-bahan yang tersedia
dilingkungannya tanpa membelinya.Jika barang yang diperlukannya tidak ada
dilingkungannya,maka mereka dapat memperolehnya dari masyarakat
tetangganya dengan sistem barter (saling menukar barang).Alat-alat yang
diperluka untuk memenuhi kebutuhannya juga diperoleh dari lingkungannya
,yaitu berupa batu,tanah liat,atau pun dahan pohon yang diolah secara
manual.Sedangkan masyarakat modern memperoleh kebutuhannya dengan cara
membeli barang atau membayar jasa.Alat-alat yang diperlukan merupakan
olahan dari pabrik yang juga harus dibeli untuk memeperolehnya.
Ide pokok pada alinea ini terdapat
pada bagian awal.Ide diungkapkan secara perbandingan.Pada contoh diatas.ide
yang dibandingkan dengan cara memperoleh barang-barang,alat, dan jasa yang
diperlukan dalam kehidupan antara masyarakat primitif dan masyarakat modern.
d. Alinea analogi
Contoh :
4. Bahasa
bukan merupakan tujuan dalam penulisan karangan ilmiah.Bahsa hanya sebagai alat
(komunikasi) agar gagasan ilmiah yang diungkapakan dalam karangan tersebut dapat
dipahami oleh pembaca dengan baik.Oleh sebab itu,sebelum karangan itu sampai
ketangan pembaca,penulis karang tersebut harus memeriksa bahasa yang
digunakannya ,baik dari segi ketetapan pemilihan kata dan istilah maupun dari
segi gramatikal satuan-satuan struktur bahasa ,misalnyastuktur satuan kata
,frasa klausa,kalimat,dan alinea atau paragrafnda juga pemakaiaan ejaan dan
tanda baca secara tepat.Jika terjadi gangguan atau kerusakan pada unsure-unsur
bahasa tersebut,besar kemungkinan pembaca tidak dapatmemahami gagasabn ilmiah
yang disampaikannya itu dengan baik.Hal ini dapat diibaratkan dengan kendaraan
yang digunakan untuk mencapai tujuan perjalanan yang jauh.Sebelum
berangakat,orang yang akan bepergian dengan kendaraan tersebut harus memeriksa
kondisi kendaraannya,baik yang berkaitan dengan rem ,versneling,roda,ban,bensin
dan sebagainya.kalau perlu orang itu harus membawa kendaraannya ke bengkel
untuk diperiksa agar yang bersangkutan selamat sampai ketempat tujuan.
Ide pokok pada paragraf atau alinea
diatas terdapat pada bagian awal.Jadi alinea ini termasuk alinea
deduktif.Pengungkapan ide dijelaskan dengan membandingkan ide pokok (bahasa
sebagai alat )secara analogi dengan menggunakan hal lain yang sama karakternya
dengan bahasa sebagai alat dalam penulisan karangan ilmiah,yaitu kendaraan
(mobil) sebagai alat untuk mencapai tempat tujuan dengan selamat.
e. Alinea Klimaks atau Induktif
Contoh :
- Pendanaan
bank diperoleh dari berbagai sumber,yaitu yang bersumber dari pemilik
bank,dari masyarakat penanam modal,dari masyarakat sebagai nasabah.Setiap
pihak menyandang dana mempunyai kepentingan dalam ropda kegiatan aliran
arus dana.Tidak ada di antara mereka yang mau dirugikandalam kebijakan
pelasanaan kegiatan tersebut.Masing-masing mengharapkan keuntungan sesuai
dengan ketentuan dan cara-cara yang lazim.Oleh sebab itu,majemen perbankan
yang sehat memegang peranan penting dalam pengelolaan dana yang meliputi
perencanaan,pengorganisasian,penghimpunan,penyaluran,serta pengendalian
dana sehingga tidak ada pihak yang dikecewakan.
Ide pokok pada alinea di atas
terdapat pada bagian akhir yang merupakan kesimpulan dari pernyataan-pernyataan
yang dikemukakan sebelumnya (klimaks).Pengungkapan ide dijelaskan dengan
hubungan sebab akibat.
f. Alinea Anti Klimaks atau Deduktif
Contoh :
- Masalah
ekonomi yang dihadapi masyarakat adalah masalah keuangan.Produksi barang
dan jasa melimpah-limpah ditawarkan kepada masyarakat,sedangkan kemampuan
masyarakat untuk membeli dan memperolehnya sangat terbatas.Penghasilan
mereka rata-rata jauh lebih rendah daripada kemampuan untuk memenuhi
kebutuhan pokok.Oleh sebab itu,mereka tidak bisa memperoleh semua barang
dan jasa yang diperlukan.
Ide pokok pada alinea diatas
terdapat pada bagian awal.Jadi alinea ini termasuk alinea deduktif .Ide dikembangkan
dengan hubungan sebab-akibat.Kalimat ketiga menyatakan adanya penyebab masalah
ekonomi.Kalimat terakhir mengandung ide yang menyatakan akibat dari pernyataan
pada kalimat ketiga.Hal ini dipertegas pula oleh adanya ungkapan penghubung oleh
sebab itu sebagai penanda adanya hubungan kolerasi secara eksplisit.
g. Alinea Campuran
Contoh :
- Koperasi
merupakan badan usaha yang mengutamakan kesejahteraan ekonomi
anggotanya.Mencari keuntungan besar tidak menjadi tujuan utamanya.Modalnya
dikumpulkan dari anggotanya.Kegiatan usahanya juga dilakukan oleh
anggotanya.Keuntungan yang diperoleh badab usaha ini juga diperuntukan
bagi anggotanya.Oleh sebab itu,bila usaha ini dilakuka dengan baik dan
jujur,koperasi ini betul-betul dapat mensejahterakan keadaan ekonoi
anggotanya.
Ide pokok alinea terdapat pada
kalimat awal dan akhir.Jadi,alinea ini merupakan alinea campuran alinea
deduktif dan induktif yang disingkat dengan sebutan alinea camouran.Ide pada
kalimat akhir alinea ini merupakan penegasan bterhadap ide yang diungkapkan
pada kalimat awal.Jadi,ide pokok pada alinea ini tetap satu.Kaitan ide
antarkalimat yang membentuk alinea ii dinyatakan secara eksplisit,yaitu dengan
menggunakan akhiran (-nya) yang mengacu pada koperasi sebagai suatu
badanusaha.
h. Alinea Sebab Akibat
Lihat contoh (6) di atas.
i. Alinea Proses
Contoh :
- Sebagai
suatu fungsi penyediaan jasa,akuntansi merupakan sumber informasi keuangan
yang bersifat kuantitatif kepada berbagai pihak yang
berkepentingan.Sebagai suatu system informasi,petugas akuntansi (akuntan)
melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data keuangan
perusahaan.Perusahaan harus selalu mengikuti perkembangan data akuntansi
sehari-hari.Hari ini perlu dilakukan sbagi pedoman untuk membuat keputusan
ekonomis.
j. Alinea Deskriptif
- Suatu
lembah dikelilingi tebing terjal yang ditumbuhi oleh berbagai jenis
pepohonan.beberapa ekor kera bermain sambil berlompatan di antara batang
pohon.Di tengah lembah terdapat sebuah sungai yang airnya jernih dan
sejuk.Sungai itu tidak terlalu dalam.beberapa orang remaja berjingkrak
menyrbrangi sungai sambil bergurau.Di pinggir sungai juga banyak remaja
berjalan-jalan dan ada juga yang sedang mengabadikan pemandangan alam yang
indah itu dengan kameranya.Sebagian ada yang duduk di bawah naungan pohon
yang rindang sambil bercengkrama.Udara di lembah itui sangat sejuk.Sungguh
suatu pemandangan yang indah dengan suasana yang menyenangkan.
Ide pada alinea di atas (9)
dikembangkan secara deskriptif.Tidak ada salah satu kalimat yang mengandung ide
pokok.Walaupun secara eksplisit tidak dinyatakan ide pokoknya pada alinea
ini,pembaca alinea ini dapat mengetahui ide pokoknya adalah suatu lokasi
pariwisata yang sangat indah yang sering dikunjungi oleh para remaja pada waktu
hari libur.Jadi,ide pokok pada alinea deskriptif tetap ada,hanya tidak
dinyatakan secara eksplisit.Ide pokok dapat diketahui pembaca dengan cara
menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diungkapkan pada alinea ini.
E. KRITERIA ALINEA
Bila kita berbicara tentang kualitas
suatu alinea,mau tidak mau kita dihadapkan pada seperangkat syarat-syarat
alinea yang baik.Beberapa syarat yang harus dipenuhi agar alinea termasuk
kategori baik,di antaranya:
(1) Satu
alinea terdiri atas beberapa kalimat.
(2) Alinea
trsebut mengandung satu ide pokok.
(3) Ide yang
diungkapkan dalam kalimat-kalimat yang membangun alinea tersebut saling
berkaitan sehingga terlihat koherensi secara berkesinambungan,sereta urutan
yang logis dan runtun.
(4)
Pengungkapan kelompok ide dalam alinea tersebut merupakan satu kesatuan yang
padu.
(5) Alinea
tertulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
(6) Struktur
alinea harus bervariasi disesuaikan dengan latar belakang pembaca,sifat media
tempat alinea (karangan) diterbitkan serta sifat dan tuntutan kalimat topik.
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Ditinjau dari segi kalimat dan ide
yang terkandung di dalamnya,alinea dapat didefinisikan sebagai berikut.Alinea
adalah seperangkat kalimat yang mengandung sekelompok ide yang saling berkaitan
dan bernaung di bawah satu ide pokok.Ditinjau dari segi penampilannya dalam
suatu wacana,alinea adalah bagian wacana yang ditandai oleh baris pertama yang
menjorok ke dalam atau oleh jarak spasiyang lebih dari jarak spasi baris
kalimat-kalimat lainnya.
Berdasarkan penempatan ide pokok
pada alinea,alinea dibagi menjadi 4 jenis yaitu alinea deduktif,alinea
induktif,alinea campuran,alinea deskriptif.dan berdasarkan cara mengembangkan
ide dan alat bantu yang digunakan untuk menjaga kesinambungan pengungkapan ide
atu keruntunan ide dapat dibagi dalam sepuluh bagian, diantaranya alinea
definisi,alinea contoh,alinea perbandingan,alinea analogi,alinea klimaks atu
induktif,alinea anti klimaks atu deduktif,alinea campuran alinea
sebab-akibat,alinea proses,alinea deskriptif.
Untuk menyusun alinea secara logis-sistematis
diperlukan alat bantu berupa unsur-unsur penyusun alinea,seperti transisi (transition),kalimat
topik (topic sentence),kalimat pengembang (development sentence),dan
kalimat penegas (punch-line) keempat unsur penyusun alinea
tersebut,terkadang muncul secara bersamaan,terkadang pula hanya sebagian yang
muncul dalam sebuah alinea.
B. SARAN
Karya yang kami susun ini bukanlah
karya yang sempurna tapi sesuatu yang lahir dari kerja keras.tentunya kerja
keras penyusun bukan tanpa kekurangan hasilnya ini.maka kami senantiasa
mengharapkan masukan dan kritikan rekan-rekan pembaca, dan mudah-mudahan
rekan-rekan semua dapat menggali terus konsep mengenai alinea dan keruntunan
ide agar kita dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang hal
tersebut.Mudah-mudahan dengan terciptanya makalah ini khususnya bagi penyusun
umumnya untuk para pembaca bisa mengembangkan atau membuat sebuah alinea yang
baik berdasarkan kriteria yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
Tarigan, Djago.2009.Membina Keterampilan Menulis Paragraf
dan Pengembangannya.Bandung:Angkasa.
Nazar,Noerzisri A.2004.Bahasa Indonesia dalam
Karangan Ilmiah.Bandung:Humaniora Utama Press(HUP)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar